Selasa, 04 Mei 2010

PRES LIRIS PGD 2010


DASAR PELAKSANAAN
Panitia Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat Ke-XXV Tahun 2010 telah terbentuk berdasarkan Surat Keputusan SEKRETARIAT BERSAMA KESENIAN DAYAK KALIMANTAN BARAT (SEKBERKESDA) Nomor. SKB/04/Pan/PGD–KB/II/2010 Ditetapkan di Pontianak pada tanggal 27 Februari 2010,Sebelum SK diterbitkan Sekretaris Jendral Sekberkesda mengadakan rapat Internal untuk menentukan sanggar tuan rumah pelaksana PGD 2010, dalam rapat tersebut sanggar kaosuta yang berasal dari Kapuas Hulu ditunjuk melalui surat Penunjukan Sekberkesda Nomor : SKB/04/Pan/PGD-KB/II/2010. Selanjutnya Pengurus Sanggar Kaosuta mengutus Fabianus Kasim, SH sebagai Ketua Gawai 2010. Melaksanakan Tugas dan tanggung jawab sebagai mana diamanahkan, Ketua terpilih telah mengadakan rapat penyusunan anggota panitia, dan mentukan Sekretarisnya Drs. Adrianus Moinam dari Sangar Riam Siname, sedangkan Bendaharanya dipercayakan kepada Lidia Muri,Ama.Pd. Dari Sanggar Kenyalang Gayu.
WAKTU PELAKSANAAN
Berdasarkan kalender tetap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Barat, SEKBERKESDA KALBAR setiap tahun melaksanakan kegiatan Pekan Gawai Dayak pada tanggal 18 s/d 24 Mei di Kota Pontianak. Pekan Gawai Dayak dilaksanakan secara rutin sebagai bukti keseriusan masyarakat dayak Kalimantan Barat dalam pengembangan dan pemberdayaan seni budaya daerah sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah Propinsi Kalimantan Barat.
Tempat : Rumah Betang Jl. Sutoyo No.4 Pontianak
Waktu/tanggal : 18 sampai 24 Mai 2010

Komentar dan Harapan dari ketua PGD 2010.
Pelaksanan PGD 2009 bertepatan dengan program pemerintah Propinsi Kalimantan Barat yaitu VISIT KALBAR 2010.
Program tersebut harus diberikan apresiasi yang setingi-tingginya, diimplemntasikan dalam bentuk tindakan yang nyata dari seluruh elemen masyarakat Kalbar, Oleh karena itu panitia pelaksanakan kegiatan Pekan Gawai Dayak tahun 2010 berupaya memaksimalkan pelaksanaan PGD sebaik-baiknya, mendorong Sanggar-sangar yang tergabung dalam sekberkeda untuk untuk mensukseskan PGD agar meningkatkan kwalitas dan kwantitasnya dalam mengikuti seluruh rangkaian acara kegiatan pertandingan, perlombaan dan atraksi-atraksi budaya yang telah di siapkan panitia.
Saya berharap Pekan gawai dayak 2010 merupakan realisasi program pemerintah Kalimantan Barat yang mampu menarik perhatian wisatawan regional dan manca Negara.
Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak 2010 juga merupakan pelaksanaan ke-XXV kalinya, yang berarti Perayaan Pesta Peraknya Gawai Dayak Kalimantan Barat. Kami Panitia pelaksana PGD 2010 sangat menghargai dan menghormati perjuangan para pendiri Sekberkesda, para ketua ketua sanggar yang selalu setia mendukung PGD, sehingga sampai saat ini tetap dilaksanakan dan semakin tahun menunjukkan kemajuan-kemajuan sangat membanggakan. Oleh karena itu kami berupaya untuk memaknai kegiatan PGD 2010 dengan kegiatan-kegiatan yang dirangkai secara sepesial.
Panitia Tahun ini mengusung Tema :Melalui Pekan Gawai dayak Kita Dukung dan Sukseskan Visit Kalbar 2010.
Dengan Sub tema : Pengembangan dan pendayagunaan Seni Budaya sebagai Sektor Pendorong Ekonomi Regional Untuk Merealisasikan Pariwisatan SebagaiIndustri Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Tema tersebut sejalan dengan program pemerintah Kalimantan Barat. Saya berharap tema tersebut bisa menjadi roh kegiatan PGD 2010, menjadi insprisasi semua orang,untuk memantapkan kreasi seninya, sehingga seni budaya menjadi sumber penghidupan pelakunya.

Mengenai materi yang ditampilkan pada PGD kali ini tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti perlombaan musik tradisional,perlombaan olehraga tradisional, memasak tradisional, upacara adat serta seminar budaya, serta yang paling menarik adalah ajang pestival Bujang dan Dara Gawai.
Mata acara yang baru ditampilkan adala Festival musik 2 warna yaitu perlombaan musik kombinasi etik dan moderen, Lomba mendesain Baju adapt kreasi, Singkat kata panitia menampilkan materi acara yang bisa difllow-up, bisa dikembangkan dan mempunyai nilai jual,” kata Kata Fabianus Kasim Selanjutnya Ketua PGD 2010 Fabianus Kasim, Mengingakan bahwa wa Event Gawai Dayak 2010 bertepatan dengan moment sejarah perjuangan pengembangan seni budaya dayak Kalbar, berhubungan langsung dengan program penting pemerintah Kalimantan Barat, sekaligus merupakan event bersekala nasional, mengundang peserta Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, termasuk Propinsi lain dan Negara tetangga. Oleh karena itu kami memohon dukungan sepenuhnya dari berbagai pihak baik pemerintah, swasta,Lembaga dan perorangan (intersektoral lingages) untuk turut berpartisipasi mensukseskan dan mendukung pelaksan PGD 2010.
SEKJEN SEKBERKESDA KALBAR, TARSISIUS IFAN SABANDAP, SH)
Tarsisius Ifan Sabandap, SH, makana dari PGD
1. sebagai ucapan syukur masyarakat Dayak selepas panen padi. Dalam konteks dewasa ini, masyarakat Dayak yang bukan saja para petani, namun juga bagi masyarakat Dayak baik yang bergerak didunia usaha, para pegawai baik di swasta maupun pemerintahan, mesti mensyukuri dan berterimakasih sekaligus memohon kepada Alatalla/jubata, Tuhan yang Maha Esa atas keberhasilan buah karya dan pekerjaannya, disertai permohonan kesehatan berkat dan limpahan rejeki serta keselamatan hidup di tahun yang akan datang, agar senantiasa tercapai dengan baik.
2. Moment pelaksanaan PDG, sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan dalam pelestarian eksistensi warisan leluhur masyarakat Dayak, sekaligus sarana instropeski atas perbuatan dan tingkah laku kehidupan masyarakat Dayak sepanjang tahun yang lalu, guna perbaikan hidup untuk tahun berikutnya.
Tarsisius berharap agar gawai Dayak yang dilaksanakan setiap tahun ini adalah wadah bagi para pegiat seni untuk menggali, melestarikan, mengembangkan dan mencintai budaya daerahnya sendiri untuk memperkaya khasanah budaya bangsa, guna mempertinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia di era pradaban global sebagai bangsa yang berkepribadian, berbudaya, bermarabat sehingga berimplikasi terhadap pradigma positif dari bangsa di dunia dengan harapan terjalinnya suatu kerjasama diberbagai bidang pembangunan nasional untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.
Menurut Tarsisius, Masud dari gawai Dayak ini adalah dalam rangka mengaktualisasi diri dan mengkreasikan seni budaya bangsa. Selain itu mewujudkan dunia bisnis pariwisata yang dapat membuka lapangan kerja yang dapat diharapkan untuk menambah pandapatan baik masyarakat, pendapatan daaerah dan Negara.
Menurutnya, tujuan dilaksanakan gawai Dayak ini juga adalah dalam rangka mengembangkan sikap masyarakat sadar wisata dan cinata budaya. Mengangkat semangat dan kualitas sanggar-sanggar seni budaya Dayak yang tergabung dalam Sekberkesada Kalbar, melalui apresiasi dan pegalarqan seni budaya.Dalam kaitan ini, terbuka peluang bagi pegiat seni untuk mengekplorasikan, mempromosi hasil karya seni mereka. Tak kalah penting juga adalah PGD ini juga membantu mensukseskan program pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Kalbar dalam ranagka mensukseskan visit Kalbar 2010.
Tarsisius juga berharap, dalam PDG tahun 2010 ini, menurut catatan adalah pelaksanaan PGD yang ke 25 tahun. Semua sanggar-sanggar yang tergabung dalam SEKBERKESDA lebih termotifasi bersemangat lagi didalam menampilkan kreatifitas seni budayanya terlebih yang diwariskan oleh leluhur kita Dayak untuk senantiasa terpelihara senantiasa bisa menyejukkan kehidupan terlebih didunia dewasa sakarang ini. Menurutnya, PGD musti bisa sebagai filter bagi budaya-budaya asing yang dampaknya negative bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena PGD kali ini bertepatan dengan pesta perak gawai Dayak yang diselenggarakan oleh Sekberkesda di Kota Pontianak. Karena itu ia berharap dalam pelaksanaannya bisa lebih meriah, berguna dan semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat (public) khususnya bagi masyarakat dayak menjadikan Gawai yang berbartabat. Bertepatan dengan Visit Kalbar 2010 mengharapkan sinergiritas program pemerintah didalam mensukseskan tahun kunjungan wisata baik local maupun dari manca Negara guna terwujudnya seni budaya akar penggerak ekonomi kerakyatan yang tertuang dalam tema PGD 2010.
Contak Person Panitia Pekan Gawai Dayak 2010
TARSISIUS IFAN SUBANDAP, SH O1522501008
Fabianus Kasim, SH 081522783737
http://pekangawai2010.blogspot.com/
e-Mail : kasimfabianus@yahoo.com
facebook : Gawai Pgd Kal-bar

Kata Pengantar


“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga Basengat Ka’ Jubata”
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya senantiasa beserta kita semua, maka pekan Gawai Dayak 2010 ini dapat di selenggarakan. Pekan Gawai Dayak 2010 ini dilaksanakan berdasarkan kalender tetap dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan selama 7 ( tujuh ) hari dimulai dari tanggal 18 – 24 Mei 2010, dan didukung oleh sanggar-sanggar yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Kesenian Dayak Kalimantan Barat (SEKBERKESDA) yang berjumlah 42 ( empat puluh dua ) sanggar kesenian Dayak serta komunitas atau paguyuban dari etnis Dayak yang berkiprah di Kota Pontianak. Adapun materi acara yang akan di pagelarkan terdiri dari: Bidang Seni Pertunjukan diantaranya: Tari Dayak Kreasi, Festival Lagu Dayak, Pemilihan Bujang dan Dara Dayak, Festival Tari Dayak Kreasi dst. Bidang Seni Rupa diantaranya: Lomba Melukis Perisai, Lomba Memahat Patung, Lomba Melukis di Kanvas, Desaign Baju Dayak Kreasi. Bidang Pelestarian Budaya diantaranya : Seminar, Upacara Adat, Display Budaya, Olahraga Tradisional dan masih banyak lagi yang siap di sajikan di acara PGD ke XXV Tahun 2010.
Oleh sebab itu agar acara didukung dan diikuti dengan baik, maka panitia memandang perlunya sebuah buku panduan materi acara PGD ini, yang nantinya diberikan kepada setiap ketua sanggar maupun paguyuban atau kelompok yang mengikuti acara pekan Gawai Dayak 2010.
Dalam menyusun buku panduan acara PGD ini kami juga selaku manusia tentunya tidak luput dari berbagai bentuk kesalahan. Oleh sebab itu kami mohon kiranya ada kritik dan saran yang membangun untuk kelancaran acara ini. Atas perhatian dan partisipasinya kami selaku panitia pelaksana Pekan Gawai Dayak ke XXV Tahun 2010 mengucapkan banyak terima kasih.
Contak Person Panitia Pekan Gawai Dayak 2010
TARSISIUS IFAN SUBANDAP, SH O1522501008
Fabianus Kasim, SH 081522783737
http://pekangawai2010.blogspot.com/
e-Mail : kasimfabianus@yahoo.com
facebook : Gawai Pgd Kal-bar

PETUNJUK TEKNIS MATERI ACARA PGD 2010

A. SEMINAR BUDAYA

Materi seminar budaya pada PGD ke-XXV tahun 2010 membahas tentang pengembangan seni budaya Dayak Kalimantan Barat kearah budaya yang berpotensi sebagai pendorong ekonomi bagi pelakunya maupun ekonomi bangsa. Pelaksanaan seminar pada tanggal 19 Mei 2010 di Hotel Mercure Pontianak. Peserta seminar terdiri dari ; Unsur Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar, Akademisi, Asosiasi Pengusaha Hotel Indonesia, SEKBERKESDA, dan Sanggar-Sanggar yang tergabung dalam SEKBERKESDA, Para Pelaku Seni dan Budaya.

B. STAND PAMERAN DAN WARUNG

Kegiatan ini akan menampilkan berbagai hasil karya cipta seni dan budaya, Industri, Promosi, dan sebagainya. Untuk Stand Sanggar diharapkan pamerannya, menyentuh terhadap pemberdahayaan masyarakat, melalui seni budaya Dayak. Di harapkan pameran ini dapat memberikan gambaran identitas masyarakat Dayak yang masih kuat berhubungan dengan lingkungan alam sekitarnya serta masyarakat Multikultural secara umum. Kegiatan Pameran akan berlangsung setiap hari, sejak dari tanggal 18 Mei 2010 sampai tanggal 24 Mei 2010. Dalam Pekan Gawai Dayak 2010 ini, Panitia mengadakan Pameran yang di ikuti seluruh Sanggar-sanggar yang bernaung di SEKBERKESDA, Instansi Pemerintah, UKM, Pedagang, Biro-Biro Jasa dan lain-lain. Pameran ini telah ditentukan lokasi dan area, memamerkan hasil-hasil produk kerajinan tradisional maupun produk-produk lainnya. Sedangkan Warung, menjual makanan-makanan tradisional.

C. UPACARA ADAT ( 18 dan 24 Mei 2010 )

Materi ini akan menampilkan secara langsung pelaku-pelaku adat Dayak dari beberapa sub-suku Dayak di Kalimantan Barat. Berdasarkan kepercayaan masyarakat adat Dayak, ditampilkan upacara permohonan restu/perlindungan kepada Sang Pencipta agar bebas dari gangguan kejahatan, malapetaka dan bencana. Tema upacara ini biasanya berkenaan dengan perkawinan, kelahiran dan pekerjaan, membuka tanah pertanian, mendoakan bibit, menjaga, memelihara dan memungut hasil panen, serta mengucapkan puji syukur atas hasil yang diperoleh.

Upacara adat dayak syarat dengan misi kehidupan dan hubungannya dengan alam tempat tinggal dan pekerjaan. Bentuk upacara dilakukan dengan doa-doa, mantra, syair menurut kepercayaan (agama) lama dilengkapi dengan persembahan berupa bahan makanan pokok (beras/nasi) dan hewan peliharaan yang di makan (ayam/babi) disertai peralatan yang biasa digunakan ; parang dan sebagainya. Selain itu, disertai pula dengan bentuk bunyi-bunyian, nyanyian dan tarian. Semuanya ini merupakan media dan symbol komunikasi dengan Sang Pencipta atas tempat kehidupan ( jagat raya ) beserta seluruh isinya.

Penampilan upacara adat ini marupakan kesempatan bagi generasi muda, pelajar dan mahasiswa untuk mengenal, memahami bentuk dan fungsi kepercayaan Masyarakat Adat Dayak, sekaligus mempelajari makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

D. DISPLAY BUDAYA ( 20 Mei 2010 )

Pawai Budaya yang di maksud untuk memperkenalkan seni budaya Dayak sekaligus memberikan info atau Publikasi kepada masyarakat bahwa Pekan Gawai Dayak telah di mulai. Pawai Budaya akan diikuti oleh seluruh Sanggar, Paguyuban Masyarakat Dayak dan diikuti Juga oleh Multi Etnis di Kalimantan Barat.

1. URUTAN DISPLAY BUDAYA:

a. Pihak Kepolisian

b. Sekberkesda Kalbar

c. Sanggar-Sanggar Dayak diselingi Multi Etnis

d. Barongsai

e. Keamanan / Bala Adat

2. KETENTUAN DISPLAY BUDAYA:

b Peserta adalah Utusan Sanggar-Sanggar Dayak, Paguyuban, kelompok, dan Utusan Kab/Kota se Kalbar.

c Pawai Budaya dilakukan dengan; Kendaraan Hias, Sepeda, Becak, Motor, Mobil, dll

d Peserta yang dari Sanggar yang tergabung di SEKBERKESDA Wajib Menggunakan Busana Dayak, Asesoaris, sesuai dengan Adat masing-masing

e Pawai boleh melakukan atraksi tari yang diiringi musik-musik tetabuhan secara teratur dan penempatan urutannya rapi dan Artistik.

f Peserta Pawai yakni sanggar yang tergabung di SEKBERKESDA akan di nilai oleh panitia (kecuali Umum), untuk itu tampilan/kemasan busana Dayak, Kerapian, hiasan kendaraan sangatlah mempengaruhi nilai, Penampilan diharapkan untuk di nikmati masyarakat umum.

g Panitia akan mengundang sanggar/paguyuban/kelompok di luar SEKBERKESDA untuk berpartisipasi dalam acara Pawai Budaya ini.

h Peserta wajib hadir dalam acara pembukaan Pekan Gawai Dayak tgl 20 Mei 2010, jam 10.00 wib untuk menyusun urutan, yang di pandu oleh seksi Display Budaya.

i Pembiayaan menyangkut display Budaya di tanggung oleh Peserta.

3. KRITERIA PENILAIAN DISPLAY BUDAYA MELIPUTI:

1. Atraksi

2. Penataan Kendaraan Hias

3. Penampilan Busana (Khususnya sanggar yang tergabung di Sekberkesda)

4. Keunikan

5. Orisinalitas dan Objektifitas Display Budaya :

§ Kesesuaian Materi dan Tema

§ Ciri Kedaerahan

6. Penampilan Display :

§ Ketepatan Waktu Atraksi

§ Ketertiban dalam arak-arakan

§ Kerapian susunan/urutan serta aristifikasi hiasan.

4. TIM PENILAI DISPLAY BUDAYA:

1. Seniman

2. Sarjana Seni

3. Budayawan

5. PENGHARGAAN:

1. Penampilan Terbaik I

2. Penampilan Terbaik II

3. Penampilan Terbaik III

FESTIVAL MUSIK 2 (dua) WARNA ( 20 Mei 2010 )

Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat Tahun 2010 ini akan melaksanakan Festival musik dua warna (gabungan Musik Tradisional dan Moderen) dengan mengangkat akar musik tradisi berdasarkan Sub Dayak yang mewakili daerah Kabupaten/suku masing-masing.
1. Persyaratan khusus bagi peserta sebagai berikut :
a. Jumlah Personil Musik terdiri atas satu group maksimal 12 orang.
b. Pria dan Wanita dan tidak ditentukan batas usia.
c. Setiap Group merupakan utusan dari sanggar-sanggar yang tergabung dalam SEKBERKESDA Kalbar/utusan daerah Kab/kota.
d. Personil dalam satu group, tidak di perkenankan ikut dalam group lainnya, dan jika ada yang melanggar, maka group tersebut didiskualifikasikan.
e. Setiap group wajib membawakan satu jenis musik Dayak, berdasarkan tradisi daerah / sub Dayak utusan sanggarnya masing-masing yang telah di kemas dalam dua warna musik yaitu: tradisi dan modern. Durasi maksimal 10 menit.
f. Setiap group wajib menyerahkan 1 (satu) buah copy Judul karya, syairnya disertakan dan 1 (satu) buah Synopsis karya yang akan di tampilkan. Di serahkan kepada panitia pada saat teknikal meting.
g. Setiap group dalam berkarya boleh berdasarkan Instrumen Tradisional salah satu sub suku Dayak yang CD maupun Kasetnya telah beredar dan telah di perjual belikan secara umum, maupun Instrumen dari daerahnya masing-masing yang belum di rekam baik CD ataupun Kaset. sebagai contoh untuk inspirasi maupun bahan yang akan di ramu /campuran kedalam instrument modern sebagai kolaborasi musik dua warna.
h. Setiap group wajib menggunakan minimal 2 (dua) alat musik Tradisional.
i. Akan diseleksi 3 Group Terbaik, 1 (satu) Orang Penata Musik Terbaik, 1 (satu) Orang Ide Kreativ Music 2 warna, 1 (satu) Group Penampilan Tata Artistik Music 2 warna.
j. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- / Group.
k. Diwajibkan menggunakan pakaian Adat Dayak
l. Pembatalan Keikutsertaan hanya sampai tgl 19 Mei 2010 pukul 12.00 wib, dan biaya pendaftaran di kembalikan sebesar 50%, lewat pukul 12.00 wib, biaya pendaftaran dinyatakan hangus.
m. Pendaftaran terakhir maksimal tanggal 14 Mei 2010.
n. Technical Meeting, cabut undi pada tanggal 15 Mei 2010 di rumah Betang pukul 09.00-14.00 WIB.
o. Dewan Pengamat ; Seniman, Sarjana Seni Ethnomusikologi, pakar musik tradisional Dayak.
p. Pemenang mendapat hadiah Trophy, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan dari panitia.
q. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan kepada panitia music 2 ( dua ) Warna.
2. KRITERIA PENILAIAN MUSIK 2 WARNA MELIPUTI :
1. Harmonisasi dua warna musik ( tradisi dan kreasi )
2. Kesesuaian judul dan sinopsis.
3. Dinamika dan penguasaan alat musik
4. Kreativitas den kekompakan

LOMBA MELUKIS KANVAS

1. Perlombaan terbuka bagi putra dan putri
2. Peserta merupakan utusan dari sanggar, setiap sanggar berhak mengirimkan maksimal 2 peserta.
3. Peserta diwajibkan membuat satu buah lukisan bertema
“Kehidupan tradisional Dayak“
4. Panitia hanya menyediakan sebuah kanvas siap lukis berukuran 60 x 80 cm
5. Peserta mengunakan aksesoris Dayak atau pakaian Dayak
6. Peserta hanya boleh menggunakan cat air atau cat aklirik atau cat poster. (dilarang menggunakan cat minyak)
7. Peralatan lukis dibawa oleh peserta masing-masing
8. Lukisan harus hasil kreativitas dari peserta (bukan jiplakan)
9. Waktu lomba dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dapat dilihat pada buku panduan ini.
10. Penilaian berdasarkan Kesesuaian Tema, teknik dan kreativitas.
11. Lukisan tersebut akan dilelang dan hasilnya 20% milik pelukis
12. Pendaftaran peserta tanggal 1 Mei - 14 Mei 2010
13. Teknikal Meeting tanggal 15 Mei 2010 Pukul 09.00-14.00wib di Rumah Betang
14. Kriteria penilaian meliputi ; Kesesuaian Tema, teknik dan kreativitas.
15. Akan ditetapkan pelukis terbaik I, II, dan III
16. Informasi lainnya dapat ditanyakan kepada panitia yang ditunjuk.
17. Biaya Pendaftaran Rp. 50.000,-

LOMBA MENGANYAM MANIK


1. Peserta adalah Umum / bebas (sanggar di SEKBERKESDA/utusan Kabupaten/Kota maupun Masyarakat Umum)
2. Peserta Laki-laki dan perempuan
3. Motif yang dianyam adalah Motif ataupun Ornamen Dayak.
4. Bahan disiapkan Panitia.
5. Tidak diperkenankan membawa Anyaman diluar area perlombaan dan dilarang membawa jiplakan.
6. Waktu yang disediakan Panitia adalah 10 jam, selama 2 ( dua ) hari berturut-turut dengan waktu 5 (lima ) jam perhari.
7. Peserta hadir dan melaporkan keikutsertaannya lima belas menit sebelum lomba di mulai.
8. Peserta wajib mengenakan busana adat Dayak, sewaktu perlombaan.
9. Hasil anyaman peserta menjadi hak Panitia.
10. Akan di cara juara: I, II, III.
11. Biaya Pendaftaran sebesar Rp. 35.000,-
12. Pendaftaran Tanggal 1 April 2010 sampai 14 Mei 2010 di Rumah
Betang.
13. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan ke sub seksi anyam manik
 Kriteria Penilaian :
1. Kerapian dan Kebersihan
2. Artistik
3. Kreativitas
4. Tehnik Menganyam
5. Keserasian Penyusunan Warna
 Team Juri :
1. Seniman Anyam
2. Sarjana Seni Rupa
3. Pakar Motif Dayak
4. Pakar Manik-manik.

DESAIN ROMPI ADAT DAYAK.


1. Peserta adalah Utusan dari Sanggar yang tergabung di SEKBERKESDA, Utusan Kab/ Kota
2. Pria dan Wanita
3. Motif Untuk Mendesain Baju adat adalah motif Dayak ( sesuai dengan ciri khas sub suku masing – masing yang mewakili sanggar ).
4. Bahan disiapkan Panitia berupa “ Kulit Kayu Kepuak merah / coklat/ Bahan Kain putih ukuran 80 x 80 cm ( tergantung persediaan )
5. Tidak di perkenankan membawa Bahan, Contoh yang telah ada.
6. Waktu yang di sediakan Panitia adalah 10 ( sepuluh ) jam, Setiap hari 5 ( lima ) jam. Peserta hadir dan melaporkan keikutsertaannya lima belas menit sebelum lomba di mulai.
7. Peserta wajib mengenakan busana adat Dayak, sewaktu perlombaan.
8. Hasil Design peserta menjadi hak Panitia.
9. Cat Untuk Pewarna Motif, beserta kuas, mal, dll, tidak disediakan panitia.
10. Pemenang di tentukan Designer Terbaik I, II, dan III.
11. Biaya Pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-
12. Pembatalan peserta dilakukan 1 ( satu) hari sebelum hari H pukul 12.00 wib, dan di kenakan potongan 50% dari biaya pendaftaran, lewat waktu yang ditentukan maka uang pendaftaran dinyatakan hangus.
13. Peserta utusan daerah maupun sanggar hanya boleh mengirimkan paling banyak 2 ( dua ) orang utusan.
14. Wajib hadir untuk menyatakan kepastiannya 10 menit sebelum lomba desain Rompi adat dimulai, lewat dari 10 menit, di mulai dari start, di anggap mengundurkan diri dan uang pendaftaran dinyatakan hangus.
15. Cat, kuas, gunting dan bahan penunjang lainnya di siapkan peserta.
16. Pendaftaran Tgl 1 mei – 14 Mei 2010 dengan menyertakan keterangan baju adat yang akan di buat.
17. Teknikal Meeting 15 Mei 2010.
 Kriteria Penilaian :
1. Artistik ( keindahan, kerapian, kebersihan )
2. Kreativitas
3. Unsur Tradisional Dayak
 Team Juri :
1. Seniman
2. Sarjana Seni Rupa
3. Designer Motif Dayak
4. Perancang Busana